Memelihara Anjing

Keluarga kecil sekarang sedang tidak bahagia. Mereka sering melakukan perkelahian- setelah setahun penjajakan dan setengah tahun menjadi keluarga sungguhan . Bisa dibilang hampir semua perabot bisa pecah. Apalagi sejenis tembikar, pasti tak ada yang tersisa. Habis, menjadi berkeping-keping. Setiap hari mereka sering bertengkar. Setiap obrolan. Namun pada suatu hari mereka duduk mesra dan tak ada … Lanjutkan membaca Memelihara Anjing

Iklan

Para Istri

Omelan memang sifat yang pas buat istri. Tin dan Lin, mereka tetangga. Mereka sering mengomel untuk semua hal: Bawang, Micin dan Baju kusutnya. Semua masalah itu dinisbatkan kepada para suami. Terutama para suami mereka yang perokok. "Sekarang bajuku bau tembakau" buka Lin sambil mengunyah makanan. "Kamu lebih beruntung, Bajuku banyak yang kebakar, sofa dan segala … Lanjutkan membaca Para Istri

Mbak Winda

Di liburan semester, saya merasa terjebak dalam dua tempat yang tak menyenangkan: Rumah dan di sekitar keluarga Ayah. Kemudian mencoba menghitung-hitung, "apa salah keluarga ayah kepada saya?". Beberapa hal mungkin dapat dijelaskan, seperti menyebarkan rumor bahwa "saya suka melancong dan menghamburkan uang", "memiliki kehidupan mewah" dan rumor yang tak bisa disebutkan lagi. Selalu ada masalah … Lanjutkan membaca Mbak Winda

Bukit Coklat

"Kapan perjalanan ini berakhir ayah?" ingat Morbay pada suatu hari, saat dirinya menikmati lautan melalui jendela bus. Ayahnya kemudian memegang tangan kecilnya. Dan tak mengerti bagaimana perasaannya menjadi tenang. Ia tidak pernah tau kemana ia dan ayahnya pergi. Tapi Morbay masih menyimpan baik ingatan saat kepalanya terantuk di jendela bus. Ketika kedua matanya terbuka ia … Lanjutkan membaca Bukit Coklat

Cerita Habis Magrib di Pesisir

Magrib yang susut dan masih ada yang tak mau lepas. Ketika bapak, Mbah, kerabat dan tetangga masih menjadi nelayan, banyak cerita seru saben magrib. Mereka selalu berbicara perihal cuaca, gelora ombak dan ikan-ikan yang menghidupi anak-cucu mereka. Membawa ekpresi tukar-warna setelah jamaah usai. Perbincangan begitu panjang. Merekalah kamus ikan-ikan. Layur yang gurih, tongkol memerah darah … Lanjutkan membaca Cerita Habis Magrib di Pesisir

Sudah Akan Kemarau

"Berjagakah lampu-lampu ini cintaku..." Alfado merancau sepanjang jalan. Jalan panjang tapi tampak senyap. Bangku taman yang berkriut, seolah ada kabar buruk yang dibawa angin. Atau memang karena perasaanya yang membuatnya begitu. Ia meraba dadanya. Terasa ngilu, tapi tak ada luka. Celana dan bajunya juga basah semua, sudah selesai rasanya. Ia baru saja pulang dari pembicaraan … Lanjutkan membaca Sudah Akan Kemarau